Redaksi 1:53 AM
Chinese Secret Intelligence Service (CSIS)
DHAJ-NEWS | Afrika belakangan menjadi arena pertempuran para kekuatan asing untuk mengeruk keuntungan.

Selain pemain lama, Eropa dan Afrika, kini hadir Tiongkok, Jepang, Turki, (baca) India dan lain sebagainya.

Banyak analisis yang mengemukakan keunggulan Tiongkok (baca) di Afrika karena dukungan dana. Tapi, di balik itu, peran intelijennya sangat berperan penting.

Dalam buku Gideon's Spies: The Secret History of the Mossad, dijelaskan bagaimana intelijen Tiongkok (CSIS) ikut bermain dalam politik lokal yang saat itu dicoba digagalkan oleh Mossad, agen intelijen Israel, yang juga punya kepentingan di Afrika.

Beberapa kejadian politik, kudeta dan pembunuhan sarat dengan permainan intelijen.

Baca di sini selengkapnya

Redaksi 1:30 PM
DHAJ-NEWS | Perusahaan Cambridge Analytica yang dituduh mencuri data pengguna secara ilegal di Facebook justru semakin terkenal di tengah kontroversi.

Beberapa partai di India, Kenya dan Meksiko dilaporkan akan mengontrak perusahaan ini untuk memenangkan pemilihan umum di negara masing-masing.

Namun berbagai kalangan, khususnya di India (baca selengkapnya), mulai mengkhawatirkan masa depan data tersebut bila jatuh ke pihak yang tak bertanggung jawab.

Redaksi 6:30 PM
Iran baru-baru ini dilaporkan berhasil melakukan uji coba pesawat siluman Qaher F 313. Uji Coba taxi test itu dilakukan sebelum melakukan penerbangan.

Pesawat siluman buatan sendiri ini dilabegi oleh hampir semua media sebagai pesawat mainan saat diluncurkan oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad sebelum Rouhani.

Ahmadinejad disebut telah menipu dan berbohong kepada rakyat karena memamerkan pesawat 'plastik'.

Namun, uji coba kali ini nampaknya membuat tuduhan tersebut tidak layak untuk dipercaya.


Redaksi 7:01 AM
Sebuah video pribadi bocor ke publik membuat heboh netizen Mesir. Pasalnya, dalam tayangan tersebut (lihat), terlihat putri Gamal Abdel Nasser sedang menari bergoyang.

Yang membuat heboh adalah, tarian bersama penari perut itu dilakukan Mona Gamal Abdel Nasser di depan Duta Besar Israel untuk Kairo, David Govrin (baca).

Sontak netizen sangat marah, apalagi tuan rumah acara tersebut dikenal sebagai agen mata-mata Israel sejak lama.

Mesir dan Israel mempunyai hubungan diplomatik. Meski begitu, bocornya acara ini dinilai melukai perasaan publik.


Redaksi 12:26 AM
ilustrasi
Hubungan Turki dengan negara-negara Eropa memanas baru-baru ini, khususnya Jerman, Belanda dan Austria.

Satu yang menarik adalah ketika Presiden Turki Recep Erdogan membongkar keterlibatan Jerman dalam melindungi dan membina teroris. Jerman pun membantah (baca).

Namun apa yang disebut Erdogan bukan isapan jempol. Jerman sebagai produsen teroris tidak hanya soal gerakan Gulen yang bermusuhan dengan Erdogan atau kelompok-kelompok separatis Kurdi yang anti Turki baik di dalam negeri maupun Suriah. (baca)

Jauh sebelum NATO mempunyai program Operasi Gladio-B (baca), untuk melatih para teroris menghantui warga Eropa, Jerman telah sejak perang dunia I mempelopori terorisme. (baca)



Adalah Max von Oppenheim (baca) pegawai Jerman keturunan Yahudi, yang menjadi pencetusnya. Dia, yang kadang disebut juga dengan Abu Jihad ("Father of Holy War"), mengarang beberapa publikasi teror yang dibahasaarabkan, agar kelihatan Islami, untuk menjadi 'kitab suci' kalangan teroris.

Selebaran provokasi jihad yang dibuat Max von Oppenheim mencatut nama Sultan Turki
Saat itu, walaupun sebagai penghasil misionaris ulung di berbagai negara, Jerman, bersama Ottoman, berseteru dengan negara-negara Eropa lainnya.

Dia diberi wewenang untuk merekrut para tahanan Muslim tak berdaya di 'Half Moon Camp' untuk menjadi pelaku teror dan penyebar ke negara-negara jajahan yang berpenduduk Muslim.

Saat ini hampir semua negara Barat mempunyai program yang sama yang dirintis Oppenheim. CIA, FBI, Rusia dll disebut bahkan mempunyai ribuan 'binaan' dalam proyek serupa.
Powered by Blogger.