Pernyataan dukungan Sheikh Manei Hamidi Daham al-Jarba kepada negara Suriah menjadi sorotan luas di kawasan Jazira Suriah. Sikap politik pemimpin tertinggi Suku Shammar itu dinilai sebagai titik balik penting yang berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan di wilayah timur laut Suriah.

Sheikh al-Jarba dikenal sebagai figur berpengaruh dengan basis sosial dan militer yang luas. Sebagai Sheikh Mashayekh Suku Shammar, pengaruhnya melampaui batas administratif, menjangkau wilayah Hasakah, Jazira, hingga lintas perbatasan Irak dan Jazirah Arab.

Dukungan terbuka terhadap Damaskus ini dipandang banyak pengamat sebagai sinyal runtuhnya fondasi kekuasaan lama di Jazira Suriah. Wilayah yang selama bertahun-tahun berada di bawah pengaruh SDF kini menghadapi dinamika baru yang lebih menguntungkan pemerintah pusat.

Salah satu faktor kunci dalam perkembangan ini adalah peran Pasukan Sanadid. Kelompok bersenjata yang berasal dari anak-anak suku Arab, khususnya Shammar, itu disebut memiliki kekuatan sekitar 7.000 personel terlatih.

Pasukan Sanadid bukan kekuatan baru di Jazira Suriah. Mereka telah lama beroperasi di wilayah tersebut dan memiliki pemahaman mendalam terhadap kondisi sosial, geografis, serta jaringan suku lokal.

Keunggulan lain Sanadid adalah pengalaman pelatihan mereka. Sejumlah sumber menyebut pasukan ini pernah menjalani pelatihan di kamp-kamp yang berafiliasi dengan koalisi internasional, memberikan mereka disiplin dan struktur operasi yang relatif rapi.

Selain pelatihan, Pasukan Sanadid juga memiliki saluran komunikasi langsung dengan pihak koalisi. Faktor ini dinilai penting karena dapat mengurangi risiko bentrokan tak terduga dan memperkuat posisi tawar mereka di lapangan.
Dengan dukungan Sheikh al-Jarba, pergerakan Sanadid diperkirakan akan lebih terkoordinasi dan terarah. Langkah-langkah mereka disebut akan dilakukan secara terukur, tanpa pola operasi sporadis yang dapat memicu kekacauan keamanan.

Para analis menilai bahwa dukungan ini membuka jalan bagi pemerintah Suriah untuk menembus wilayah terdalam pengaruh SDF. Jazira Suriah, yang selama ini menjadi basis ekonomi dan militer penting, kini menghadapi tekanan dari dalam.

Berbeda dengan operasi militer konvensional, peran Sanadid dipandang lebih efektif karena berbasis suku dan komunitas lokal. Pendekatan ini memungkinkan perubahan kontrol wilayah terjadi dengan resistensi sosial yang lebih kecil.

Di tingkat lokal, dukungan Sheikh al-Jarba memicu pergeseran sikap di kalangan tokoh-tokoh suku Arab lainnya. Beberapa di antaranya disebut mulai mempertimbangkan kembali posisi politik mereka dalam konflik Suriah yang berkepanjangan.

Bagi Damaskus, perkembangan ini menjadi peluang strategis untuk mengembalikan pengaruh negara melalui rekonsiliasi suku. Pendekatan ini dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan ekspansi militer semata.

Sementara itu, posisi SDF di Jazira semakin tertekan. Kehilangan dukungan dari kekuatan suku besar seperti Shammar berpotensi melemahkan legitimasi mereka di mata masyarakat Arab setempat.

Situasi ini juga berdampak pada peta keamanan regional. Jazira Suriah merupakan wilayah yang kaya sumber daya dan memiliki posisi strategis di dekat perbatasan Irak dan Turki.

Keterlibatan Pasukan Sanadid dengan latar belakang pelatihan koalisi internasional menambah kompleksitas situasi. Namun, para pengamat menilai hal ini justru dapat membantu menjaga transisi kekuasaan tetap terkendali.

Di kalangan warga Jazira, kabar dukungan Sheikh al-Jarba disambut beragam reaksi. Sebagian melihatnya sebagai langkah realistis untuk mengakhiri ketidakpastian, sementara yang lain masih menunggu arah perkembangan berikutnya.

Meski demikian, kecenderungan umum menunjukkan meningkatnya keinginan akan stabilitas dan kembalinya institusi negara. Faktor ekonomi dan keamanan menjadi pertimbangan utama masyarakat setempat.

Langkah Shammar ini juga memperkuat narasi bahwa konflik Suriah memasuki fase baru. Pertarungan tidak lagi semata ditentukan oleh senjata, tetapi oleh aliansi sosial dan legitimasi lokal.

Jika pergerakan Sanadid berjalan sesuai rencana, pengaruh SDF di Jazira diperkirakan akan menyusut secara bertahap. Proses ini dapat membuka jalan bagi pengaturan politik baru di wilayah tersebut.

Namun, tantangan tetap ada. Integrasi kekuatan lokal ke dalam struktur negara memerlukan jaminan keamanan, politik, dan ekonomi agar tidak memicu konflik baru.

Dukungan Sheikh Manei Hamidi Daham al-Jarba menjadi sinyal kuat bahwa Jazira Suriah sedang berada di ambang perubahan besar. Perkembangan ini berpotensi menandai babak akhir dominasi lama dan awal konsolidasi baru di timur laut Suriah.

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment

Powered by Blogger.