Perbandingan antara luas wilayah Suriah dan Sudan kembali mencuat seiring pembahasan capaian militer Sudan sejak dimulainya Operasi Penyeberangan Besar pada 26 September. Dalam rentang waktu sekitar empat bulan, wilayah yang berhasil direbut kembali oleh tentara Sudan disebut-sebut setara dengan luas Suriah, bahkan beberapa kali lipat.

Suriah secara geografis memiliki luas sekitar 185 ribu kilometer persegi. Angka ini menempatkan Suriah sebagai negara berukuran menengah di Timur Tengah, dengan bentang wilayah yang relatif kompak dari pesisir Mediterania hingga perbatasan Irak.

Sebaliknya, Sudan adalah salah satu negara terluas di Afrika dan dunia Arab. Setelah pemisahan Sudan Selatan pada 2011, luas wilayah Sudan masih berada di kisaran 1,88 juta kilometer persegi, hampir sepuluh kali lipat luas Suriah.

Perbandingan ini memberi perspektif berbeda terhadap dinamika konflik dan operasi militer di kedua negara. Wilayah yang dalam konteks Suriah sudah mencakup satu negara penuh, di Sudan bisa setara dengan satu atau dua negara bagian saja.

Menilik pembagian administratif Sudan, terlihat kontras yang mencolok. Negara ini terdiri dari sejumlah wilayah atau negara bagian dengan luas yang sangat beragam, beberapa di antaranya bahkan lebih besar dari Suriah.

Negara Bagian Darfur Utara, misalnya, memiliki luas sekitar 296 ribu kilometer persegi. Artinya, satu wilayah administratif ini saja sudah lebih besar sekitar 60 persen dibandingkan seluruh wilayah Suriah.

Negara Bagian Laut Merah juga melampaui Suriah dari sisi luas, dengan bentang wilayah sekitar 218 ribu kilometer persegi. Kawasan ini mencakup wilayah pesisir panjang di timur Sudan hingga perbatasan Eritrea.

Di sisi lain, terdapat negara bagian yang lebih kecil seperti Nil River State dengan luas sekitar 122 ribu kilometer persegi. Wilayah ini lebih kecil dari Suriah, namun masih mencerminkan betapa luasnya skala administratif Sudan.

Negara Bagian Al-Jazirah bahkan jauh lebih kecil, hanya sekitar 27 ribu kilometer persegi. Perbandingan ini menunjukkan rentang ekstrem ukuran wilayah dalam satu negara yang sama.

Jika Suriah dibayangkan sebagai satu negara bagian Sudan, maka posisinya kemungkinan berada di peringkat ketiga atau keempat terbesar. Ia hanya kalah dari Darfur Utara dan Laut Merah, serta berdekatan dengan wilayah seperti Kordofan Utara.

Dalam konteks militer, fakta geografis ini penting untuk dipahami. Operasi militer di Sudan berlangsung di ruang yang jauh lebih luas, dengan tantangan logistik, jarak, dan kontrol wilayah yang berlipat ganda dibandingkan Suriah.

Ketika disebut bahwa wilayah yang dibebaskan tentara Sudan sejak akhir September setara atau melebihi luas Suriah, klaim tersebut mencerminkan skala operasi yang sangat besar. Ini bukan sekadar kemajuan taktis, melainkan perubahan peta penguasaan wilayah dalam ukuran negara.

Namun, luas wilayah Sudan yang tersisa dan masih memerlukan stabilisasi juga tidak kecil. Bahkan setelah capaian signifikan, area yang membutuhkan pengamanan dan pemulihan tetap mencakup ratusan ribu kilometer persegi.

Situasi ini menuntut kesabaran publik dan ketahanan institusi negara. Di negara dengan geografi sebesar Sudan, proses pemulihan kedaulatan hampir tidak pernah berlangsung cepat.

Berbeda dengan Suriah yang relatif lebih kecil namun padat secara politik dan demografis, Sudan menghadapi tantangan berupa jarak antarkota yang jauh dan infrastruktur yang tidak merata.

Meski demikian, capaian militer dalam waktu singkat dinilai sebagai prestasi besar. Banyak pihak melihatnya sebagai bukti bahwa tentara Sudan masih menjadi pilar utama keutuhan negara.

Narasi yang berkembang di masyarakat Sudan menekankan pentingnya kesabaran dan rasa syukur. Dalam kondisi negara seluas ini, stabilitas tidak dibangun dalam hitungan minggu, melainkan tahun.

Perbandingan dengan Suriah juga berfungsi sebagai alat komunikasi publik. Ia membantu masyarakat memahami skala sebenarnya dari wilayah yang telah diamankan dan tantangan yang masih tersisa.

Dari sudut pandang geopolitik, Sudan dan Suriah menghadapi konflik dengan karakter berbeda, tetapi sama-sama menunjukkan bahwa ukuran wilayah sangat memengaruhi jalannya perang dan proses pemulihan.

Pada akhirnya, perbandingan ini menegaskan satu hal mendasar: membebaskan dan mengamankan wilayah sebesar Sudan adalah pekerjaan raksasa. Seruan untuk bersabar dan menghargai peran tentara menjadi refleksi dari kesadaran akan besarnya beban negara.

Di tengah dinamika itu, pesan yang mengemuka tetap sama, yakni kesabaran, keteguhan, dan keyakinan bahwa stabilitas di negara seluas Sudan hanya bisa dicapai melalui waktu, pengorbanan, dan institusi pertahanan yang solid.

Post a Comment

Powered by Blogger.